Senin , 18 Desember 2017
A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Beranda Humas Setda Selain Ramah dan Humanis, Satpol PP Dituntut Melek Medsos

Selain Ramah dan Humanis, Satpol PP Dituntut Melek Medsos

Gubernur Jateng bersama Pemenang Lomba Dalam Rangka HUT Satpol PP

Menanggapi keluhan masyarakat di media sosial secara cepat dan tepat mutlak harus dilakukan oleh pemerintah, tak terkecuali Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Untuk itu, seluruh Satpol PP di Jawa Tengah dihimbau aktif di media sosial sehingga keluhan masyarakat dapat segera direspon.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai memimpin upacara HUT Satuan Polisi Pamong Praja ke 66 dan Linmas ke 54 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Alun- alun Kabupaten Pati (16/3).
Dengan aktif di media sosial, Ganjar ingin aparat Satpol PP yang di daerah juga bisa segera merespon aspirasi maupun keluhan dari masyarakat. “Lewat medsos, masyarakat bisa komunikasi ke Satpol langsung, aspirasi secara langsung, mengeluhkan apa dan harapannya segera ditanggapi oleh Satpol secara cepat,” ujar Gubernur yang aktif di media sosial twitter itu.

Menurutnya, aparat Satpol PP sekarang ini perlu melakukan penertiban sesuai dengan tema HUT Satpol ke 66, yaitu “Dengan semangat HUT Satpol PP ke-66 dan HUT Satlinmas ke-54, kita wujudkan polisi pamong praja dan linmas yang humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas”.

“Sudah bukan jamannya aparat Satpol main gropyokan apalagi pungli dalam saat penertiban, tegasnya”

Pendekatan humanis dilakukan dengan mengedepankan 3S yaitu senyum, salam, sapa dalam setiap kegiatan penertiban peraturan daerah. Image satpol yang galak, tidak manusiawi harus diubah. Untuk memberi kesan berwibawa dan disegani, bukan dengan cara mengintimidasi melainkan menunjukan pembawaan diri yang humanis dan profesional.

“Satpol PP harus lebih ramah ketika pertama kali menyelesaikan persoalan. Baru kemudian lakukan penertiban, dengan dibekali pelatihan sesuai dengan bidangnya, apakah penertiban pariwisata atau kebersihan, terang Ganjar.

Ia pun mengakui, SDM yang tergabung di Satpol PP yang ada di daerah masih kurang mumpuni. Untuk itu, dia memperingatkan seluruh kepala daerah dan BKD segera memfasilitasi pelatihan dan pendidikan bagi anggota Satpol PP sebagai bekal dalam menjalankan tugas mereka.

bersama Kepala daerah dan Kepala Satpol PP se Jateng, menyaksikan De file aparat Satpol PP
bersama Kepala daerah dan Kepala Satpol PP se Jateng, menyaksikan De file aparat Satpol PP

“Usia dan jenis kelamin bukan menjadi penghalang Satpol PP dalam melakukan tugas penertiban. Tapi lebih disesuaikan pada permasalahan yang dihadapi, kecuali yang memang membutuhkan force, bisa dipilih sesuai kondisi,” lanjut Gubernur.

Mengamini pernyataan Gubernur terkait pelatihan dan pendidikan bagi anggota Satpol PP di daerah, Bupati Pati Haryanto siap menginstruksikan kepada Kepala Satpol PP dan BKD Kabupaten Pati untuk memfasilitasi pelatihan yang menjadi hak anggota Satpol PP. Menurutnya dengan mengikuti pelatihan bagi pamong praja, aparat diharapkan bisa melakukan pendekatan humanis dan kekeluargaan saat menertibkan peraturan daerah.

“Sudah menjadi hak bagi Aparatur Sipil Negara, termasuk Satpol PP untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan tugas yang mereka jalani. Sehingga dalam pelaksanaan tugas, mereka dibekali dengan model- model penertiban yang manusiawi,” jelas Bupati Haryanto.

Usai upacara, Ganjar beserta rombongan melanjutkan “Roadshow” nya di Kabupaten Pati dengan mendatangi SMK 2 Pati, untuk berdiskusi dengan siswa terkait proses pembuatan film.

Simak juga

Suasana Paparan. Dari kanan ke kiri: Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Prof Sarwono Kusumaatmaja, Bupati Pati, Kepala BLH Pati, Kepala DPU, Kepala Disdik, Kabid BLH

Pati, Empat Besar Calon Penerima Adipura Paripurna

Setelah berkali-kali memperoleh Adipura bahkan Adipura Kencana, tahun ini Pati kembali masuk jajaran empat besar …