Rabu , 20 September 2017
A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Beranda Humas Setda Pertanian Jagung Pati Membuat Investor Kian Ngebet

Pertanian Jagung Pati Membuat Investor Kian Ngebet

Humas Setda Pati- Keinginan investor untuk mendirikan pabrik jagung di Sukolilo Pati rupanya tak main-main. Hari Selasa (22/3) mereka melakukan survey langsung hingga berjam-jam mengelilingi bukit-bukit dan lahan pertanian jagung di wilayah Pati Selatan khususnya Sukolilo. Hasilnya, rupanya investor tersebut kian ngebet (menggebu-red) untuk menanamkan modalnya di bidang pengolahan jagung ini. Meski demikian Bupati menahan diri dengan mengajukan sejumlah persyaratan ke pihak investor. “Dua poin utama yang saya ajukan adalah adanya jaminan bahwa masyarakat setempat akan diakomodir untuk menjadi tenaga kerja, dan yang kedua, harga jual jagung dari petani ke pabrik harus kompetitif sehingga petani kian meningkat penghasilannya karena tak lagi harus menghabiskan ongkos kirim jagung ke kabupaten tetangga”, terang Bupati Pati Haryanto usai memperlihatkan lahan tanaman jagung di wilayah Sukolilo.

“Saya diberi data bahwa lahan pertanian jagung se-Kabupaten Pati mencapai 20 ribu hektar dan 30%-nya ada di Kecamatan Sukolilo. Baru lihat yang di Sukolilo ini tadi saja saya sudah yakin”, terang Lunardi, calon investor pabrik pengolahan jagung.

Lebih lanjut pria berkulit cerah ini menuturkan bahwa pabrik yang ideal adalah yang paling dekat dengan bahan utama. “Lahan sudah cocok, dulu saya mintanya minimal 2000 hektar. Ini aja yang di Sukolilo sudah lebih dari itu. Segini udah tenang.”,ungkap Lunardi.

Bupati kemudian meyakinkan bahwa nantinya yang akan menyuplai jagung tak hanya dari Sukolilo tapi juga dari Tambakromo, Kayen, Pucakwangi, dan wilayah lain di Kabupaten Pati. “Bahkan kalau Bapak bisa ngasih harga yang tinggi untuk para petani, mungkin petani dari Grobogan dan Blora malah yang akan lari ke sini”, harap Haryanto.

Untuk bisa menunjang proses pendirian pabrik, Lunardi meminta Pemkab untuk mencarikan tanah seluas 3 hektar yang posisinya dekat dengan lahan pertanian jagung. “Di Sukolilo ini ada 7 ribu hektar lebih, maka mungkin kita arahnya ke Sukolilo sebagai penghasil jagung terbesar di Pati”, harap Sang Investor.

Bupati-Pati-dan-Lunardi-Calon-Investor

Lunardi menambahkan bahwa pihaknya memang setiap bulannya butuh ribuan ton jagung untuk disetor ke Phokpand, Japfa, dan industri pengolahan makanan lainnya. “Kami memang sudah kontrak dulu dengan pembeli, jadi kami berani. Bahkan sekarang kami malah sudah ekspor”, ungkap Lunardi.

Bupati pun akhirnya dimintai bantuan untuk mencarikan sejumlah alternative lahan yang nantinya akan dibangun pabrik pengolahan jagung. “Ini nanti kami yang mencarikan alternative-alternatif lahannya, dan biarlah pak Lunardi yang menentukan”, ujar Haryanto.

Bupati optimis jika memang para investor tersebut jadi membuka usahanya di Pati akan banyak tenaga kerja yang terserap. Hal tersebut dapat mengurangi angka pengangguran serta tingkat perekonomian di Pati akan terangkat. “Kami selalu menekankan pada para investor, jika mau membuka bisnis di Pati mau tidak mau harus menggunakan tenaga kerja dari Pati. Kalau tidak mau ya terpaksa saya tidak mau menerima investasinya,” tegasnya.

Simak juga

Suasana Paparan. Dari kanan ke kiri: Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Prof Sarwono Kusumaatmaja, Bupati Pati, Kepala BLH Pati, Kepala DPU, Kepala Disdik, Kabid BLH

Pati, Empat Besar Calon Penerima Adipura Paripurna

Setelah berkali-kali memperoleh Adipura bahkan Adipura Kencana, tahun ini Pati kembali masuk jajaran empat besar …