Senin , 18 Desember 2017
A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Beranda Humas Setda Bupati Tantang BPBD Turunkan Indeks Resiko Bencana

Bupati Tantang BPBD Turunkan Indeks Resiko Bencana

Bupati Pati Haryanto menantang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk dapat menurunkan indeks resiko bencana di Kabupaten Pati melalui peningkatan kapasitas berbasis masyarakat.

“Bencana memang Allah SWT yang berkehendak namun sebagai makhluk yang diberikan anugerah akal pikiran, maka kita diberi kesempatan berikhtiar untuk meminimalisir resikonya.  Karena itu saya menantang BPBD Pati untuk bisa menurunkan indeks resiko bencana dengan meningkatkan upaya antisipatif untuk mengurangi atau meminimalkan dampak kerugian ekonomi akibat bencana”, terang Haryanto saat mengunjungi para korban bencana puting beliung di Desa Sundoluhur dan Karaban, Kecamatan Kayen, Sabtu pagi (19/3).

Lebih lanjut Haryanto juga menjelaskan bahwa  Indeks Resiko Bencana harus turun sampai level aman sesuai level aman yang telah ditetapkan dalam Rakornas Penanggulangan Bencana yang digelar akhir Februari lalu di Jakarta.

“Indeks risiko ini dihitung dari potensi kemungkinan korban dan dampak yang akan ditimbulkan dari suatu bencana. Tujuannya untuk memberikan informasi tingkat risiko bencana di masing-masing wilayah,sesuai dengan bahaya yang dimiliki dan gabungan dari bahaya tersebut”, terangnya.

Kunci dari upaya penurunan indeks risiko bencana ini, menurut Haryanto, dilakukan melalui tiga strategi.  Pertama, peningkatan kapasitas Pemkab dan masyarakat dalam penanggulangan bencana. Kemudian penurunan tingkat kerentanan terhadap bencana, dan yang ketiga adalah  internalisasi pengurangan resiko bencana dalam kerangka pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pati.

Ia pun menegaskan, strategi yang didorong untuk menjadi prioritas upaya penanggulangan bencana, adalah peningkatan kapasitas Pemkab dan masyarakat.

“Alasannya, karena ada keterkaitan yang sangat erat antara peningkatan kapasitas dengan penurunan indeks risiko bencana”, imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan ada tiga faktor dari indeks risiko bencana yang harus diperhatikan yakni berupa ancaman, kerentanan, dan kapasitas.

Ancaman dan kerentanan, menurut dia, menjadi faktor yang cukup sulit diubah dalam lima tahun ke depan. Sedangkan kapasitas menjadi faktor yang cukup layak diubah atau ditingkatkan seiring dengan program pembangunan di masa pemerintahannya.

“Karena itu, warga Pati yang sering terkena dampak bencana alam harus mulai dikenalkan dengan Program Community Based Disaster Preparedness atau Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat”, tegasnya.

Program ini, menurut Bupati dimaksudkan untuk mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat untuk bersiaga dalam mencegah serta mengurangi dampak dan risiko bencana yang terjadi di lingkungan terdekatnya.

Hal ini sangat penting karena menurut Haryanto, masyarakat sebagai pihak yang secara langsung terkena dampak bila terjadi bencana. Selain itu, imbuhnya, organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan juga harus lebih giat dalam merintis  pelatihan untuk Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat .

“Saya bangga dan berterima kasih sekali pada TNI AD, Kepolisian dan segenap Ormas, serta semua komunitas masyarakat yang telah guyub rukun meringankan kesusahan saudara-saudara kita di sini”, ungkap Haryanto.

Bupati saat menghibur salah seorang nenek yang menjadi korban puting beliung di Sundoluhur, Kayen
Bupati saat menghibur salah seorang nenek yang menjadi korban puting beliung di Sundoluhur, Kayen

Dalam kesempatan itu, Bupati Haryanto bersama PMI cabang Pati dan BPBD Kabupaten Pati menyerahkan secara simbolis sejumlah bantuan, antara lain berupa sembako, alas tidur, mie instan, dan dana tali asih. “Nanti juga akan menyusul bantuan dana selanjutnya melalui Bansos yang akan diajukan pada penganggaran selanjutnya”, ujar Haryanto.

Simak juga

Suasana Paparan. Dari kanan ke kiri: Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Prof Sarwono Kusumaatmaja, Bupati Pati, Kepala BLH Pati, Kepala DPU, Kepala Disdik, Kabid BLH

Pati, Empat Besar Calon Penerima Adipura Paripurna

Setelah berkali-kali memperoleh Adipura bahkan Adipura Kencana, tahun ini Pati kembali masuk jajaran empat besar …